Tuesday, June 19, 2012

Who Knows ~


Entah kenapa teringat kejadian 2 tahun lalu. Puisi seorang wanita yang aku kenal dari balik layar.
Hal itu memang menyangkut diriku . Tapi pada intinya, puisi ini dipersembahkan untuk seseorang yang sudah dia anggap malaikatnya sendiri.
who knows
daun2 yank tadinya hijau mengembank satu saad kan layu jatuh terkulai
menjadi seonggog sampah mengerink, membusuk lalu hilank d telan bumi 
who knows
daun yank hilank tertelan oleh bumi akan kembali
meresap pada akar, lalu kan kembali pada tubuh dan jantunk pohon
agar kembali lahir menjadi daun 
 
who knows
desiran angin semilir yank melenakanmu hingga jatuh terlelap dalam peraduan
dapat menghancurkan, memporag porandakan segala yank kau sayank
lalu kembali hadir dengan semilir angin tug belai kedua pipimu
dimana air mata itu deras mengalir
pengungkapan seluruh pertanyaan kembali terjawab
dimana selalu terjalin hubungan simbiosis mutualisme yank terasa begitu memuakkan dada
 -
 Dintha -


 1 hal yang membuat ku teringat. "Who knows"
ketika semua kehidupan yang dijalani oleh diri sendiri, berusaha dipertanyakan oleh orang lain.
ketika semua langkah yang dijalankan kemauan diri, di arahkan akan tujuan oleh yang lain.


Perjalanan kehidupan yang selamanya tidak mulus.
bahkan ketika aku membaca setiap page yang dikatakan wanita itu.


dia sempat berbicara sebuah kalimat padaku yang saat ini. aku sadarkan atas arti bahasanya itu.


Hidup ini tidak selamanya bisa kita yakini "Semua akan baik-baik saja". Kita perlu bangun dan melihat apa yang sedang kita lalui. Kita perlu berfikir dan berusaha keras memperbaikinya."
Ya, memang tidak selalu bisa kita yakini hidup kita baik. namun tanpa disadari, argumen itu muncul atas kesadaran diri klo kita ingin memperbaiki hidup kita.
tidak selamanya semua harus tetap berada di posisi standart.

 

No comments:

Post a Comment