Saturday, October 15, 2011
15 Oktober 2011
Pagi ini masih terasa, saya terbangun..
Atap langit-langit disertai lampu terang mengisi pandangan ku di pagi ini..
dan hal pertama yang saya pikirkan adalah, pembicaraan di telpon itu..
Tidak ada senyum untuk pagi ini, seperti biasa, awalan hari selalu dimulai dengan mengingat kejadian2 kemarin.. Terlalu mudah terbawa, kalau happy, senyum lah yang terhias.. Kalau tidak, mungkin saya akan mencoba menggunakan masker kemanapun saya pergi.
Berat mata ini untuk terbuka, bukan karena ngantuk, tapi seperti biasa kalau ritual malam seperti itu saya lakukan, kondisi mata akan sulit terbuka di pagi hari..
Saya berkaca, memandang wajah yang begitu menyeramkan, terlihat kusam, dan letih dengan semua yang telah di lalui nya. Mungkin besok atau malam nanti saya coba kembali sedikit merawat wajah yang sudah lama saya abaikan.
Masih tersisa bulir - bulir air sisa semalam, saya coba membersihkannya.. Saya pandangi sekeliling kamar dan berhenti pada sebuah benda hitam kotak kecil di sebelah bantal saya.
Saya ambil, dan terlihat 2 message di dalamnya.
Entah apa yang saya pikirkan, perlahan air mata ini keluar lagi. Jam sudah menunjukkan 05.30, segera saya tahan walau rasanya ingin sekali meledak seperti semalam. Tapi tidak banyak waktu yang untuk kembali seperti semalam. Saya harus segera bergegas melakukan seperti biasa apa yang saya lakukan di pagi hari ini.
Dengan mata memerah, nafas yang cepat dan debaran jantung yang keras, saya coba terpejam menarik nafas dalam dan menenangkan diri, seperti yang biasa saya lakukan.
Masih terasa degupan keras, dan selalu terbayang semua ini. Tapi sekali lagi, ini bukan waktu yang tepat dan saya tidak mau terus2an seperti itu.
Memang, sudah hampir 4 bulan saya tidak kambuh seperti ini, biasa saya tahan dan saya pendam dengan mengalihkan perhatian dan pemikiran ke hal lain. Jadi ledakan itu kembali terasa pas semalam.
Dengan segera saya cuci muka untuk me refresh bentuk wajah saya kali ini. Perlahaan tapi pasti, wajah saya kembali seperti biasa, mencoba melakukan aktifitas pagi yang biasa saya lakukan.
Sesampainya di kantor, masih sepi, saya coba mengepakkan file-file kemarin yang masih terlihat berantakan oleh karyawan lain yang mungkin buru2 mencari data. setelah semua selesai, saya terduduk dan kembali menerawang akan pembicaraan semalam.
Yah, kembali saya yang masih belum pintar berpikiran jernih, belom bisa mencoba netral dengan mengesampingkan ego diri, tapi memang. jujur. Saya udah letih untuk hal yang keras, dan terlalu sensitif.
Belum pintar menahan dan mengontrol nya, masih terasa labil.
Semua mungkin dari apa yang sudah saya alami.
Tapi harusnya saya tau, apa yang saya alami masih tidak seberapa besar dibanding orang-orang di luar sana.
Teringat point ttg smlm,
A baik
B Baik
C Baik
D Baik...
Tapi E ini yang bermasalah.
Dan yang terasa dari A sampai D yang terlihat baik, sebenarnya menyimpan keburukan yang saya tampakkan melalui E. Dan E inilah tempat pelarian ku. Tidak hanya berupa 1 masalah, terkadang pun bisa melakukan hal2 lain.
Tapi memang jujur yang terburuk hanyalah itu.
Sayangnya saya bukan orang yang mudah tidak memperdulikan sesuatu, dan sulit untuk saya menyepelekan sesuatu walau bagi orang lain kecil, tapi bagi saya besar.
Well, saya tau semua kembali ke diri sendiri, tetap hanya saya pusat inti dari semua ini. Dan masih butuh waktu untuk mencari dan menjelajahi sekeliling untuk memperbaikinya.
Dia ga salah, cara dia seperti itu dan bagi saya itu hal yang lumrah, tidak banyak saran yang harus saya sampaikan untuk dia, karena saya tau kalau dia mengerti batasan2 nya. Dan sebelum semua terucap, dia pasti tau apa yang dia ucapkan dan dgn kondisi lagi sprti apa.
Tidak mungkin dengan mudah dan asal dia berbuat sesuatu, karena dia istimewa, semua orang mengakui itu. ^_^
Coba melihat sisi positif dari masalah2 sebelumnya, kalau tidak ada masalah sebelumnya, saya mungkin masih terus luntang lantung ga jelas dan tidak ada perkembangan dan tidak ada niat kokoh dalam hati untuk berusaha berubah. Karena belum "kenal" kmu..
Pengaruh kamu memang selalu terlihat di setiap orang yang ada di dekat kamu. Dan itu cukup memuaskan kebutuhan kmu sendiri kan. Kamu orang aneh, tapi itulah "aneh", kata yang mewakili kelebihan seseorang karena perbedaan diri yang begitu istimewa di banding orang lain.
masih ada 1 file yang ku kirim dan ku nanti tanggapannya, tapi seperti biasa aku sudah tidak berharap lebih.
Karena memang sikap seperti itulah yang harus saya lakukan.
:)
Tuan yang merawat kebunnya dengan baik, Dan beruntungnya saya adalah salah satu dari pohonnya tersebut.
Walau hanya pohon, bukan tanaman tapi saya anggap ini sudah posisi terhangat dan terbaik yang harus saya syukuri.
Regards
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment